Pemanfaatan Website Desa Oleh KKN IAIN Kudus Desa Asempapan Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati

Institut Agama Islam Negeri Kudus (IAIN Kudus) merupakan salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang berada di Kudus. Kampus yang pernah dijuliki STAIN Kudus ini juga aktif mengirimkan mahasiswanya dalam kegiatan sosial masyarakat salah satunya adalah dengan adanya program KKN (Kuliah Kerja Nyata).

KKN IAIN Kudus pada tahun ini diselenggarakan dengan cara yang berbeda dari biasanya. Hal ini terkait dengan adanya covid-19, kondisi ini mendorong pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2021 ini diselenggarakan masih dengan menjalankan protokol kesehatan 5M: mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata berbasis tempat tinggal atau domisili mahasiswa yang disebut Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi Kompetensi (KKN-IK). KKN-IK adalah KKN yang dilaksanakan secara terintegrasi antara
kompetensi program studi dan pengabdian kepada masyarakat. KKN-IK merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran mahasiswa dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan kompetensi mahasiswa sesuai bidang dan program studinya. Kegiatan
KKN-IK ini diarahkan dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi desa berbasis moderasi beragama, baik potensi ekonomi, sosio-kultural, maupun keagamaan. Selain itu, kegiatan KKN-IK ini juga dimaksudkan untuk mengembangkan potensi
mahasiswa sesuai bidang keilmuannya ke arah peningkatan kemampuan
dan profesinya. Adapun tema dan fokus kegiatan Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi Kompetensi (KKN-IK) tahun 2021 ini adalah “Pemberdayaan Potensi Desa Berbasis Moderasi Beragama”.

Meski begitu, KKN IAIN Kudus masih dapat dijalankan secara produktif dan efisien. Hal ini terlihat pada salah satu mahasiswa yang bertempat KKN di Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Mahasiswa tersebut mengajukan beberapa program kerja dengan pihak desa untuk ikut menjaga serta mengembangan potensi produktivitas desa dalam masa pandemi covid-19 ini.

 

Penulis : Nofita

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan